• Wednesday, April 18, 2018

    Ini Dia 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak yang Jarang Diketahui Orangtua

    inii dia 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak yang jarang diketahui orangtua
    Pixabay


    Dear Bunda
    Sebagai ibu kita pasti ingin dong ya memberikan yang terbaik untuk anak kita dalam segala hal. Termasuk dalam memberikan asupan gizi yang baik untuk anak. Namun, adakalanya dalam prosesnya kita menemukan banyak kendala saat melakukan yang terbaik itu untuk anak, seperti anak susah makanlah, kita belum tahu seperti apa metode pemberian makan yang benar pada anak, kita nggak tahu mana yang boleh atau tidak untuk anak dari sisi kesehatannya, apakah pola asuh gizi kita selama ini pada anak sudah tepatkah dan masih banyak pertanyaan lainnya, pastinya ya Bun di pikiran kita. Pokoknya semua yang berhubungan dengan anak itu, suka bikin kita kebawa perasaan ya Bun 😃

    Tapi, Bunda jangan khawatir karena pada Hari Jumat, 13 April 2018 saya berkesempatan menghadiri sebuah acara yang berlokasi di Dailycious Cafe, Gading Serpong. Dimana, acara ini diadakan oleh Halodoc dengan tema "5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak" dengan mendatangkan langsung ahlinya yaitu Dr. Herlina Sp.A. Dokter Herlina pun memaparkan banyak hal dan beberapa aspek tentang asupan gizi yang baik pada anak. Apa saja itu?


    Gizi yang Baik pada Anak


    Dalam memperhatikan asupan gizi pada anak, sudah bisa kita mulai dari masa kandungan lho Bun hingga ke masa balitanya. Berikanlah asupan gizi yang seimbang pada anak seperti sudah terdiri dari karbonhidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin, mineral dll di masa pertumbuhan dan perkembangan anak

    Lalu, bagaimana jika anak tidak mau makan nasi sebagai karbonhidratnya?

    Jika anak kita tidak mau makan nasi, bisa kita kenalkan dengan sumber karbonhidrat yang lain ya, Bun seperti kentang, ubi, jagung, mie buatan dll. Jadi, nasi bukanlah satu-satunya sumber karbonhidrat untuk anak

    Dampak Jika Anak Tidak Terpenuhi Gizinya


    Ada banyak dampak yang akan anak alami jika asupan gizi anak tidak terpenuhi dengan maksimal. Misalnya

    1. Menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak
    Bisa membuat anak terlalu kurus, atau terlalu besar (obesitas), anak mengalami tubuh pendek, kurang aktif sesuai usianya, mengalami banyak gangguan seperti gangguan bicara, gangguan organ tubuh dll karena pertumbuhan dan perkembangannya menjadi tidak sesuai dengan aspek tumbuh kembang anak seusianya

    2. Membuat anak lebih rentan sakit
    Karena asupan gizi yang kurang membuat anak jadi lebih mudah sakit baik itu sakit yang ringan sampai yang berbahaya

    Aturan Makan yang Benar pada Anak


    mpasi
    Pixabay

    Bunda, terkadang kita selalu berusaha melakukan semua cara bagaimana agar anak mau makan. Diajak jalan-jalanlah keluar rumah, sambil nontonlah, sambil main-mainlah atau ngelakuin yang lainnya. Tetapi, sebenarnya bagaimana ya aturan makan yang benar itu pada anak?

    Fokus
    Ajak anak untuk fokus makannya tanpa dibarengi dengan main handphone, nonton TV atau jalan-jalan keluar rumah. Pernah, nggak sih Bun melihat cara makan anak-anak di luar negeri. Mereka itu kalau makan fokus lho di kursinya dan nggak jalan-jalan seperti di negara kita. Jadi, sebenarnya kita pun bisa menerapkan cara makan yang benar pula pada anak kita. Ini masih PR juga untuk saya membuat Erysha fokus makan di kursinya

    Buat jadwal makan 
    Buatlah jadwal makan untuk anak. Dengan membuat jadwal makan pada anak, akan membuat anak tahu kapan waktunya ia harus makan, dan ini akan lebih memudahkan anak untuk mau makan. Karena kita jadi tahu kapan anak lapar atau tidak. Tentu saja membuat anak makannya jadi lebih teratur ya Bun

    Makan tidak boleh lebih dari 30 menit
    Siapa para Bunda di sini yang suka memberi makan anaknya, lebih dari 30 menit? Bahkan sampai  berjam-jam? Jangan khawatir, banyak kok yang begitu. Tetapi apakah cara seperti itu sudah benar? Ternyata disarankan kita membatasi makan anak hanya sampai 30 menit saja lho, Bunda. Mengapa? Karena nanti akan membuat anak merasa bosan dengan kegiatan makannya.

    Jika anak sudah merasa bosan, itu akan membuat anak semakin susah makan nantinya. Karena ia menjadi tidak menyukai kegiatan makannya. Apalagi kalau kita nyuapin anaknya sambil jalan-jalan keluar, itu membuat makanan lebih mudah terkontaminasi dari hal-hal negatif dari luar, seperti terkena bakteri, polusi kendaraan, asap pembakaran, kotoran dll yang ujung-ujungnya membuat anak kita jadi lebih mudah sakit akhirnya

    Cara Menghadapi Anak yang Susah Makan


    Siapa para Bunda di sini yang pernah mengalami anaknya susah makan? Setiap ibu pasti pernahlah ya atau bahkan sering menghadapi anak susah makan. Lalu, apa sih yang harus kita lakukan Bun?

    1. Cari tahu penyebab mengapa anak susah makan
    Iya, kita harus cari tahu dahulu penyebabnya baru kita bisa menemukan solusinya. Apakah yang menyebabkan anak susah makan karena bosan dengan menunya, makanannya nggak enak, kegiatan makannya yang membosankan, sedang belajar makan dll?

    Baca juga: Penyebab Umum Anak Susah Makan 

    2. Berikan anak makan dengan frekuensi yang sering
    Jika dalam kegiatan makan, anak hanya mau satu atau dua suap saja, tidak apa-apa Bunda. Nanti setelah sejam kemudian coba tawarkan kembali

    3. Jangan berikan anak cemilan disaat mendekati jam makan atau disaat sedang makan
    Misalnya kalau makan siang anak jam 12.00, berarti jangan berikan anak cemilan ketika mendekati jam tersebut atau jangan pada saat sedang makan. Karena itu akan membuat anak malas makan menu utamanya karena telah kenyang oleh cemilannya

    Cara Memberi Makan yang Baik pada Anak


    1. Tidak memaksa anak makan
    Terkadang kita sebagai orangtua suka memaksa anak makan ya Bun. Alih-alih ingin agar anak mau makan, tapi akhirnya malah membuat anak tidak menyukai kegiatan makannya. Dan itu hanya akan membuat anak semakin susah makan nantinya

    2. Tidak dengan mengancam anak
    Jika kita sudah putus asa dalam memberi makan anak, terkadang tanpa kita sadari kita jadi suka mengancam anak lho Bun? Bener nggak? "Dede makan ya, kalau nggak Bunda cubit" atau ancaman yang lainnya

    3. Tidak dengan kekerasan fisik 
    Puncak dari putus asanya orangtua dalam memberikan makan pada anaknya adalah dengan melakukan kekerasan fisik seperti mencubit, memukul dll. Jangan ya, Bun

    4. Buat situasi dan kegiatan makannya menyenangkan bagi anak
    Situasi ini bisa dengan sambil kita tersenyum pada anak, mengajak anak mengobrol, jangan lupa berikan kata-kata positif untuk anak dan perhatikan psikologis anak

    5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak yang Jarang Diketahui Orangtua 


    Seminar kesehatan

    Bunda, ada 5 kesalahan pola asuh gizi yang jarang diketahui orangtua, yaitu

    1. Memaksa anak makan
    Seperti yang sudah dijelaskan di atas ya Bun bahwa banyak orangtua yang masih suka memaksa anaknya makan. Akhirnya anaknya malah trauma. Jika anak susah makan, jangan panik bunda, jangan dipaksa, dan coba tawarkan kembali nanti. Bisa dengan ganti menu

    2. MPASI sebelum 6 bulan
    Walau sekarang kemajuan informasi dan ilmu berkembang dengan pesatnya. Sayangnya belum semua orangtua teredukasi dengan baik. Masih banyak orangtua yang memberikan makan anaknya padahal belum berusia 6 bulan. Terkadang pula, mereka lebih percaya kata-kata orangtua dahulu, kebiasaan-kebiasaan dulu daripada saran dari tenaga medis.

    Baca juga: Panduan MPASI WHO

    Berarti masih banyak ya Bun PR kita untuk mengedukasi masyarakat kita sendiri. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan di sekitar kita.

    Lebih baik mana mengikuti MPASI panduan WHO atau Baby Led Weaning (BLW)?

    Pasti sebagai ibu, kita suka bingung ya Bun memakai metode mana untuk mpasi anak kita, mau mpasi menurut panduan WHO kah atau Baby Led Weaning (BLW)? Ternyata Bunda ya, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa metode BLW itu tidak disarankan lho. Mengapa?

    👉 Anak akan kesulitan bertambah berat badannya sedangkan salah satu ciri anak sehat adalah bertambah berat badannya. Dikhawatirkan juga anak akan terganggu tumbuh kembangnya karena tidak tercukupi asupan gizinya

    👉 Resiko tersedak pada anaknya tinggi dan tentu saja ini berbahaya ya, Bun. Apalagi, tersedak bisa menimbulkan kematian juga

    👉 Metode ini kurang cocok juga untuk diterapkan di Indonesia.

    Jadi disarankan oleh dokter untuk mengikuti panduan mpasi WHO saja

    3. Makanan anak tidak sesuai dengan usianya
    Tahukah kita bunda, bahwa cemilan untuk anak dan orang dewasa itu berbeda lho, Bun. Bahkan jika cemilan yang kita berikan itu seperti jus buah dll, tetap harus sesuai dengan porsinya. Misalnya pada anak balita, mengkomsumsi jus buah 100% maksimal hanya boleh setengah gelas seharinya. Karena lebih dari itu akan mengakibatkan anak malas makan pada jam makannya dan kelebihan gula.

    4. Pemakaian dot yang terlalu lama
    Sebaiknya anak memang tidak perlu dikenalkan pada dot karena selain menggalakan ASI ekslusif bisa juga menyebabkan anak bingung puting nantinya. Namun, banyak juga orangtua yang terpaksa memberikan dot pada anaknya karena alasan harus bekerja, memiliki adik lagi dan alasan yang lain. Meski pun alasannya begitu, disarankan lepas dari usia 6 bulan anak tidak perlu diberikan dot lagi ketika mengkomsumsi susunya. Mengapa? Karena penggunaan dot yang terlalu lama dapat memberikan pengaruh buruk pada pembentukan rahang anak

    Baca juga: ASI Bunda Sedikit? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Memperbanyak Produksi ASI

    5. Banyak memberikan makanan yang manis pada anak
    Bunda menurut badan kesehatan dunia (WHO) disarankan anak tidak mengkomsumsi gula harian melebihi 10% dari total energi yang dikomsumsi agar anak terhindar dari kelebihan energi.

    Lalu berapa ya kira-kira takaran yang tepatnya dari 10% itu?

    Anak usia 1- 3 tahun = 4 - 5 sendok teh gula
    Anak usia 4 - 6 tahun = 5 - 8 sendok teh.

    Wah banyak sekali ya Bun yang disampaikan oleh Dr. Herlina Sp.A. Namun, sebagai ibu rasanya kita perlu membekali diri kita dengan lebih banyak lagi ilmu kesehatan untuk keluarga kecil kita tentang apakah makanan ini sudah tepatkah untuk anak kita, apakah anak kita sudah sesuaikah tumbuh kembangnya, bagaimana menangani anggota keluarga yang sakit, belum lagi sekarang banyak informasi kesehatan yang belum jelas kebenarannya dll. Tentu itu semua membuat kita cemas ya Bun dan bingung.

    Tetapi, sekarang kita tidak perlu terlalu khawatir lagi Bunda karena kini telah hadir Halodoc untuk membantu kita selama 24 jam.

    Apa itu Halodoc?


    Halodoc

    Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang membantu dan memberikan kemudahan pada kita dalam menjaga kesehatan orang-orang terdekat kita. Halodoc ini sudah memiliki ribuan dokter lho Bun sehingga memudahkan kita untuk berkonsultasi kapan saja dan dimana saja. Baik itu dengan chat atau bisa video/voice call juga.

    Dr. Herlina Sp.A juga buka praktek di Halodoc lho, Bun 😃. Di Halodoc juga bukan hanya ada dokter anak tetapi juga ada dokter umum, internis hingga spesialis mata. Wah banyak juga ya Bun dokternya.

    Layanan apa saja yang ada di Halodoc?


    fitur yang ada di aplikasi halodoc


    1. Konsultasi
    Kita bisa berkonsultasi langsung pada ahli online 24 jam

    2. Pharmacy Delivery 
    Pharmacy delivery adalah fitur layanan apotik antar 24 jam dan bebas biaya pengantaran. Kita bisa memesan obat dengan gampang deh jadinya. Karena sudah ada 1000 lebih apotik yang bekerjasama dan berada dalam naungan Halodoc ini

    3. Labs
    Halodoc pun bekerjasama dengan Prodia untuk membantu kita. Jadi, jika Bunda membutuhkan pemeriksaan, Bunda bisa mendatangkan langsung petugas lab ke rumah atau ke kantor kita dengan aplikasi Halodoc ini. Pemeriksaannya pun bisa cek darah, pemeriksaan kesehatan dan bahkan tes urine. Cuma untuk sementara layanan labs ini baru ada di Jakarta Pusat dan Selatan. Kita doakan ya Bun agar layanan ini bisa segera ada di semua kota

    Bagaimana Bunda mudah sekali bukan? Semoga dengan hadirnya Halodoc ini, bisa menyehatkan keluarga dan masyarakat kita dengan lebih mudah. Buat Bunda yang ingin mempunyai aplikasi ini, bisa dengan mudah download di Google Play atau App Store ya

    Dengan kampanyenya #KataDokterHalodoc benar-benar membuat #SehatLebihMudah ya Bun 😃

    Kontak

    Website: Halodoc
    Instagram: @Halodoc



    11 comments:

    1. Wah enak ya mba Yeni, ada aplikasi kesehatan yang online 24 jam begini. Jadi lebih membantu kalau sedang urgent mau konsultasi dokter

      ReplyDelete
    2. menarik banget mbak tulisannya...aku bc ampe tuntas...ternyata menyuapi anak makan itu harus fokus ya ga perlu sambil jalan2.aku dulu ngider sekomplek ampe gempor mbak he he

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha iya bun untuk menghindari anak kebiasaan juga makan sambil jalan2. Nanti membuat kita lbh sulit juga adab makannya 😃

        Delete
    3. Bun..aku dulu sempat pusing, sulungku susah makan nasi..maunya roti, pasta dan lainnya...tapi akhirnya dipikir-pikir, kan sama ya..sama-sama karbohidrat..hehe
      Btw, aplikasi yang bermanfaat ya halodoc ini..cuss..deh, mau ceki-ceki

      ReplyDelete
    4. Tetangga ku dulu anaknya ada yg takut nasi loh bun.. jadi ga mau makan nasi 🤔 Alhamdulilah akhdan makannya lahap sekali dan ga ada masalah sama seleranya.. tp emg hrs ttep exs hati2 jg ya..
      Aku ceklist.. masih latihann disiplin jam makan juga nih. Biasanya makan bareng sekeluarga ampuh sih 😄
      Tks info hallodoc nya skrg kalo mamah muda galau tgl konsul gratis aja ya bun di hallodoc 👍

      ReplyDelete
    5. Itu enak teman saya juga gak suka makan nasi dan lauk pauk gitu. Keturuan ibunya katanya, emaknya juga gak suka makn nasi,, lebih suka makan roti dan mie gitu

      Untuk anak yang agak susah makan emank butuh perhatian khusus ya bunda dan mengetahui alasannya juga

      ReplyDelete
    6. Wah baru tau saya kalau nyuapin anak ga boleh lebih dari 30 menit

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya bun usahakan hanya sampai 30 menit saja 😃. Saya beberapa kali dapat ilmunya di tempat lain juga begitu 😃

        Delete
    7. Halo mba..
      Lengkap banget tulisannya ttg gizi dan makanan utk anak.
      Tapi menurutku membandingkan mpasi who dg blw agak2 kurang apple to apple. Kalau menurutku lebih pas jika spoonfeeding/responsive feeding vs BLw. Karena BLW pun bisa menganut paham WHO hanya saja bentuk makannya lebih padat dan bisa dipegang lgsg oleh anak. Misalnya menu kroket kentang daging sayuran, yg kandungannya sudah lengkap spt yg who sarankan.

      WHO sendiri memang lebih menyarankan pemberian mpasi dg metode spoon/responsive feeding utk memastikan qty dan kualitas asupan.
      Maap, hanya masukan saja, tapi jika saya yg kurang mohon koreksinya. 😊 semoga berkenan.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Gapapa Bun. Saya hanya menyampaikan apa yang dikatakan langsung oleh ahlinya saja 😉.

        Delete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES