Skip to main content

Cara Mendampingi Anak Jatuh Cinta

Pixabay

Hai Bunda!

Setiap orang pasti pernahlah ya, mengalami jatuh cinta. Namun, bagaimana jika anak kita jatuh cinta diusianya yang masih dini? Pasti deg-degan dan bingung ya, Bun. Bingungnya itu apa yang harus kita lakukan pada anak? Bagaimana cara mengajaknya berbicara tentang jatuh cinta ini? haruskah kita panik menghadapi anak yang mulai menyukai lawan jenis? bagaimana cara mendampingi anak jatuh cinta? Dan  bagaimana bahasa yang sebaiknya kita lontarkan pada anak, tanpa membuatnya berhenti bercerita pada kita?

Kan serem juga ya, Bun. Jika, anak kita ceritanya pada orang lain bukan pada kita. Karena nggak semua orang memberikan pengertian yang baik tentang jatuh cinta ini. Wahhhh, banyak sekali ya, Bun pertanyaan yang muncul dalam benak kita. Walau begitu, memang kita harus pelajari ilmunya cara mendampingi anak ketika jatuh cinta ini, agar kita tahu apa yang akan kita lakukan

Mengapa?

Karena setiap manusia pasti mengalami ini. Begitu juga dengan anak kita. Cepat atau lambat akan tiba juga waktunya di fase ini. Nah, sebelum anak kita bertanya mengapa seseorang bisa jatuh cinta. Yuk, kita belajar dulu bagaimana proses terjadinya jatuh cinta itu


Proses terjadinya Jatuh Cinta


Proses terjadinya jatuh cinta
Pixabay

Kita bisa jelaskan pada anak bahwa cinta itu bersifat universal. Bukan hanya sekedar cinta antara orangtua dan anak, cinta pada saudara dll. Namun, ada juga bentuk cinta antara lawan jenis. Bentuk cinta antara lawan jenis ini muncul dikarenakan adanya rangsangan secara visual. Apa yang menarik dari seseorang itu, itu yang kita lihat dari intra penglihatan kita. "Lho, kok orang yang buta juga bisa jatuh cinta, sih?" Kalau tunanetra memang tidak bisa jatuh cinta dari apa yang ia lihat. Tetapi, ia bisa jatuh cinta dari apa yang ia dengar.

Ketika kita jatuh cinta, ada sebuah hormon yang disebut dopamine yang sedang meningkat dan aktif di dalam tubuh kita. Hormon inilah yang membuat orang yang sedang jatuh cinta itu merasa senang dan bahagia.

Setelah kita tahu proses terjadinya fase jatuh cinta ini. Kita bisa ngejelasin secara ilmiah ya, Bun pada anak kita tanpa terkesan vulgar. Nah, hari ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara mendampingi anak jatuh cinta. Karena kebetulan, ilmu ini saya dapatkan ketika mengikuti sebuah kelas parenting dengan narasumbernya adalah Ibu Safithrie Soetrisno, Psikolog.


Cara Mendampingi Anak Jatuh Cinta


Cinta
Pixabay

Waktu saya mengikuti kelas parenting ini. Ada orangtua yang bercerita dan meminta pendapat pada Bu Fitrie bagaimana cara menghadapi anaknya yang sudah mulai menyukai lawan jenis. Padahal saat ini usia anaknya masih 8 tahun dan kelas 2 SD. Pastilah ya, sebagai orangtua ada perasaan khawatir juga ketika anak di fase ini. Nah, berikut saran dari Ibu Fithrie yang saya rangkum di sini.

1. Tetap tenang

Pertama kita harus tetap tenang dan jangan panik. Kalau kitanya nggak tenang. Bagaimana anak mau bercerita pada kita ya, Bun ☺️

2. Ajak anak bicara

Ajak anak bicara dan dengarkan ceritanya. Tapi, ngajak anak bicaranya nggak serius ya, Bun. Biarkan anak bercerita mengalir begitu saja tanpa harus merasa takut pada kita

3. Jadilah pendengar yang baik

Hubungan orangtua yang baik dengan anak, salah satunya adalah orangtua bisa menjadi tempat ternyaman anak untuk bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Sehingga, ketika anak mulai menyukai lawan jenis, anak akan bercerita pada kita. Dan pada saat itulah kita harus tetap berusaha menjadi pendengar yang baik untuk anak, tanpa memotong atau mengoreksi anak. Ketika kita mampu menjadi pendengar yang baik untuk anak. Itu akan menjadi salah alasan anak untuk merindukan kita sampai kapan pun lho, Bun

Baca juga: Bunda, Ingin Menjadi Seseorang yang Dirindukan Oleh Anak-anak Kita? Lakukan Saja 4 Hal Sederhana Ini!

Walau, sebenernya di hati kita deg-degan ya bun hihihi 😂. Tetapi, kita harus tetap tenang 😎. Tetap fokus kita pada cerita anak ya Bun, bukan pada sosok yang anak sukai itu. Karena jika kita fokusnya pada sosok yang anak sukai dan menggalinya terus. Itu hanya akan membuat anak semakin jatuh cinta pada sosok tersebut.

4. Respon cerita anak

Kita bisa merespon cerita anak dengan kata-kata "Oh gitu". Dan tanyakan pada anak mengapa ia menyukai si A.

5. Menerima perasaan anak

Kita terima dulu semua perasaan anak. Jangan pernah melarangnya jatuh cinta. Karena perasaan anak yang menyukai lawan jenis itu adalah fitrah kita. Katakan pada anak "Gapapa Ade merasakan seperti itu, itu normal kok"

6. Alihkan pandangan dan perasaan anak

Coba alihkan pandangan dan perasaan anak ke sosok anak yang lain. Misalnya, ketika kita tahu anak menyukai si A karena si A tampan. Coba bilang ke anak. "Eh, De si B juga tampan, eh si C juga ga kalah tampan, lho" dll. Mengalihkan anak akan perasaannya ini, untuk membuat anak tidak jadi fokus pada si A. Bahwa ternyata banyak yang tampan dan menganggap perasaannya ini menjadi hal biasa saja jadinya.

Nggak usah juga ya, Bun. Kita sampai datang ke sekolah dan nanya-nanya ke anak kita "yang mana sih, De anaknya?" Terus ama kita di foto lalu dikirim pada ayahnya hihihi 😂😂. Anggap semuanya biasa aja dan jangan membuat si A itu terlihat special di mata anak kita.

7. Berikan anak contoh tentang cinta yang sebenarnya

Jadilah orangtua yang teladan dan pasangan yang hangat di depan anak-anak. Agar mereka tahu, bahwa cinta yang sesungguhnya itu adalah cinta yang penuh tanggung jawab dan komitmen. Dan supaya mereka tidak sibuk mencari bentuk cinta yang lain di luar sana

8. Mintalah sang ayah untuk selalu menembak anak perempuannya

Menembak di sini adalah meminta ayah untuk selalu katakan cinta pada anaknya "De, Ayah cinta ama Dede", "Ayah sayang banget ama dede", "De, cepet pulang ya, Ayah kangen, nih" atau contoh kata-kata yang lainnya. Selalu ungkapkan cinta pada anak dengan kata, dengan perbuatan yang suka memeluk anak, membelai anak, suka berkencan dengannya dengan kebersamaan yang berkualitas, suka memberikan kejutan pada anak.

Mengapa sih, harus suka juga ngasih kejutan pada anak? Agar anak terbiasa mendapatkan hadiah, sehingga ketika ada laki-laki lain memberikannya hadiah. Anak nggak langsung kegeeran, nggak akan mudah jatuh cinta dan menganggap semuanya menjadi biasa saja.

"Wahai para Ayah! Jadilah cinta pertama anak perempuanmu, agar kelak ia tumbuh menjadi perempuan yang tak mudah jatuh cinta pada sembarang lelaki. Karena Engkau akan selalu menjadi standartnya untuk menemukan lelakinya dalam hidupnya"


Baca juga: Wahai Ayah, Jadilah Cinta Pertama Anak Perempuanmu


Nah, begitulah Bunda cara mendampingi anak jatuh cinta. Apa anak-anak Bunda sudah mengalami fase ini? Cerita dong apa yang Bunda lakukan?

Baca juga: Sudahkah Kita Membuat Anak Merasa Dicintai Oleh Kita?



Comments

  1. Memiliki anak remaja kadang bikin deg-degan. Sampai saat ini saya percaya kepada anak-anak karena orang tua berusaha memberikan bekal tentang cinta yang halal.

    ReplyDelete
  2. Saya pernah mengalaminya Bund. Waktu itu Najwa baru awal 6 tahun. Dia cuma bilang temannya ganteng, trus sama sodaranya suka dijodoh-jodohin. Akhirnya saya ajak ngobrol. Lanjutannya, Kami lebih sering membanjirinya dengan kata-kata cinta. Sekarang dia nggak pernah ngomongin gituan lagi. Cuma bilang cinta itu macam-macam jenisnya. Kalau cinta kayak ayah ibuk, harus nikah dulu. Ahh ngeri-ngeri sedep pokoknya

    ReplyDelete
  3. Anak saya jg udah mulai cinta2an sejak tk, tau dr temennya huhu...

    ReplyDelete
  4. sepakat kak. first thing first: tetap tenang. langkah selanjutnya akan lebih lancar ya. so sweet banget bocah in love :)

    ReplyDelete
  5. Wah...topik yg sedang hangat dengan si kakak, Bun.. bukan tentang suka seseorang sih, alhamdulillah...cuma sering dialog dalam permainan pakai cerita tentang pacaran. 😊

    ReplyDelete
  6. Keren mbak sharingnya. Bisa buat catatan saya kalau sudah punya anak, hehe.

    ReplyDelete
  7. Kalau semuanya dianggap biasa. nanti gimana kalau pada saat nya dia malah jadi bingung mak? Misal udah dewasa dan cukup umur menikah tapi malah menganggap biasa aja?

    ReplyDelete
  8. anak saya yg laki2, bahkan bnyk yg 'nembak' hihihi... aku kadang mikir, ya ampun ini anak masih kecil (usia 12-14th) kok udah 'nembak2an' :) kalau anak perempuan memang sepertinya lebih cepat 'gede' ya mba....

    ReplyDelete
  9. Awww anak sekarang ceoat dewasa ya Bun. Ada yg dari SD sudah punya "pacar" huaduuh

    ReplyDelete
  10. Hehehe...gak tau deh si anak jatuh cinta atau nggak, tapi kata-kataan antar teman pernah saya dengar. Pada si bungsu. Saya nggak bereaksi sih, cuma senyum-senyum pas dilaporin teman-temannya. Lambat laun, hingga sekarang, malah nggak ada kabar kelanjutannya. Waktu SD dulu.

    ReplyDelete
  11. Belum sampai ke tahap ini sih, karena anak saya masih balita. Tapi ilmu ini akan bermanfaat untuk saya, berhubung anak saya dua-duanya perempuan. Saya jadi deg degkan ngejagainnya, termasuk untuk masalah cinta-cintaan ini. Terima kasih ya mba!

    ReplyDelete
  12. aku suka banget isinya... bermanfaat. emang betul manusiawi jika anak merasa jatuh cinta kita sbg orgtua perlu memberi pengarahan yang baik tapi tdk vulgar. btw bunda erysha sering ikut seminar parenting? jadi pengen ikutan juga. bagi info ya bun kalo ada seminar di kota bekasi atau indrmayu hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃 dan komentar Ayah Bunda bisa muncul setelah lewat persetujuan saya dan saya mohon maaaf sekali, jika ada komen tak sempat terbalas oleh saya karena keterbatasan saya. Maaf. Terima kasih 🙏

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Hai-hai Ayah Bunda! Hari ini saya ingin berbagi kegiatan saya bersama Erysha (1y8m). Yaitu membuat dan bermain Finger Painting untuk anak usia dini.  Cara membuatnya sederhana, tetapi banyak memberikan stimulus pada tumbuh kembang anak kita.

Buat Ayah Bunda yang belum tahu, apa sih itu finger painting? Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).

Kalau gitu, langsung aja yuk kita buat! Hari ini saya sudah menyiapkan semua bahannya dan mengajak Erysha untuk bersiap-siap pula bermain-main dengan catnya.

Baca juga: FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI "MEMBUAT POHON"

Cara Membuat dan Bermain Finger Painting
Alat dan Bahan

1. Cat warna khusus edukasi anak atau cat biang
2. Koran
3. Air
4. Beberapa wadah kecil untuk tempat cat
5. Air

Pijat Wajah Untuk Anak Terlambat Bicara

Hai Bunda, sebagai orang tua yang masih punya balita, terkadang kita suka khawatir ya. Kok, anak saya umur segini belum bisa ngomong ya? Kok, anak orang lain udah bisa ngomong ya? Kenapa ya, anak saya di diagnosa terlambat bicara oleh dokter? Terus, apa sih yang harus saya lakukan buat menstimulus kemampuan bicara anak saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang pastinya menggangu pikiran kita ya, Bun.

       Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut tentang pijat wajah untuk anak terlambat bicara. Sebaiknya, Bunda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja sih yang menyebabkan seorang anak bisa terlambat bicara? Apa yang harus kita lakukan jika anak kita menunjukkan gejala terlambat bicara? Dan apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulusnya? Boleh, baca di sini dulu ya.

Menurut dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan pada usia tiga tahun, anak mulai bermain dengan teman sebayanya. Kalau anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera lakukan terapi. Karena jika tidak,…

Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersama Anak-Anak

Ayah bunda, di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga baru dan mempunyai seorang balita. Allhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk saya mengajar kembali walau sebulan hanya sekali atau dua kali. Tetapi bukan semata-mata untuk mencari uang, ini hanya sebagai salah satu bentuk peran saya di masyarakat dan juga untuk aktualisasi diri setelah kurang lebih hampir 2 tahun saya tidak mengajar lagi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. 
        Hari ini saya akan menceritakan salah satu kegiatan saya bersama anak-anak didik saya. Langsung aja ya bun, pagi itu setelah kami perkenalan, saya mengajak mereka bermain permainan kucing dan tikus. Permainan ini sepertinya sudah tidak begitu asing ya di dengar, tetapi keseruan dari permainan ini tak akan pernah habis. Malah bikin anak-anak pada nagih.
        Apa sich itu permainan kucing dan tikus? Permainan ini bisa dimainkan paling sedikit 8 orang. Nah bagaimana ya cara bermainnya ?


Serunya Bermain Kucing Dan Tikus Bersa…

7 Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Hai-hai Ayah Bunda. Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk mengisi sebuah komunitas parenting online mengenai "Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Melalui Tumbuh Kembang Anak". Materinya boleh lihat di sini ya dan saya merangkum pertanyaannya tentang anak berkebutuhan khusus di tulisan saya minggu ini. Siapa tahu bisa memberi manfaat untuk para orangtua yang lainnya
Pertanyaan tentang Anak Berkebutuhan khusus
1. Bunda Epah Assalamualaikum. saya punya anak yang sudah berumur 2 tahun 3 bulan. Tapi belum ada kosa kata yang dapat dimengerti dan anak saya terkadang kurang respon terhadap perintah atau pun panggilan dari orang termasuk saya, walau ada kalanya dia juga dengar dan tahu apa yang kami ucapkan, apa anak saya termasuk ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus ya Bun?

Namun dari pandangan saya, daya fokus dan ingatan serta pendengarannya baik karena setiap kali hp berbunyi dia tahu dimana sumber bunyi suaranya dan selalu ingat gerakan dan gaya tokoh di video ya…