• Sunday, March 4, 2018

    Cara Mendampingi Anak Jatuh Cinta

    Pixabay

    Hai Bunda!

    Setiap orang pasti pernahlah ya, mengalami jatuh cinta. Namun, bagaimana jika anak kita jatuh cinta diusianya yang masih dini? Pasti deg-degan dan bingung ya, Bun. Bingungnya itu apa yang harus kita lakukan pada anak? Bagaimana cara mengajaknya berbicara tentang jatuh cinta ini? haruskah kita panik menghadapi anak yang mulai menyukai lawan jenis? bagaimana cara mendampingi anak jatuh cinta? Dan  bagaimana bahasa yang sebaiknya kita lontarkan pada anak, tanpa membuatnya berhenti bercerita pada kita?

    Kan serem juga ya, Bun. Jika, anak kita ceritanya pada orang lain bukan pada kita. Karena nggak semua orang memberikan pengertian yang baik tentang jatuh cinta ini. Wahhhh, banyak sekali ya, Bun pertanyaan yang muncul dalam benak kita. Walau begitu, memang kita harus pelajari ilmunya cara mendampingi anak ketika jatuh cinta ini, agar kita tahu apa yang akan kita lakukan

    Mengapa?

    Karena setiap manusia pasti mengalami ini. Begitu juga dengan anak kita. Cepat atau lambat akan tiba juga waktunya di fase ini. Nah, sebelum anak kita bertanya mengapa seseorang bisa jatuh cinta. Yuk, kita belajar dulu bagaimana proses terjadinya jatuh cinta itu


    Proses terjadinya Jatuh Cinta

    Proses terjadinya jatuh cinta
    Pixabay

    Kita bisa jelaskan pada anak bahwa cinta itu bersifat universal. Bukan hanya sekedar cinta antara orangtua dan anak, cinta pada saudara dll. Namun, ada juga bentuk cinta antara lawan jenis. Bentuk cinta antara lawan jenis ini muncul dikarenakan adanya rangsangan secara visual. Apa yang menarik dari seseorang itu, itu yang kita lihat dari intra penglihatan kita. "Lho, kok orang yang buta juga bisa jatuh cinta, sih?" Kalau tunanetra memang tidak bisa jatuh cinta dari apa yang ia lihat. Tetapi, ia bisa jatuh cinta dari apa yang ia dengar.

    Ketika kita jatuh cinta, ada sebuah hormon yang disebut dopamine yang sedang meningkat dan aktif di dalam tubuh kita. Hormon inilah yang membuat orang yang sedang jatuh cinta itu merasa senang dan bahagia.

    Setelah kita tahu proses terjadinya fase jatuh cinta ini. Kita bisa ngejelasin secara ilmiah ya, Bun pada anak kita tanpa terkesan vulgar. Nah, hari ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang cara mendampingi anak jatuh cinta. Karena kebetulan, ilmu ini saya dapatkan ketika mengikuti sebuah kelas parenting dengan narasumbernya adalah Ibu Safithrie Soetrisno, Psikolog.


    Cara Mendampingi Anak Jatuh Cinta

    Cinta
    Pixabay

    Waktu saya mengikuti kelas parenting ini. Ada orangtua yang bercerita dan meminta pendapat pada Bu Fitrie bagaimana cara menghadapi anaknya yang sudah mulai menyukai lawan jenis. Padahal saat ini usia anaknya masih 8 tahun dan kelas 2 SD. Pastilah ya, sebagai orangtua ada perasaan khawatir juga ketika anak di fase ini. Nah, berikut saran dari Ibu Fithrie yang saya rangkum di sini.

    1. Tetap tenang

    Pertama kita harus tetap tenang dan jangan panik. Kalau kitanya nggak tenang. Bagaimana anak mau bercerita pada kita ya, Bun ☺️

    2. Ajak anak bicara

    Ajak anak bicara dan dengarkan ceritanya. Tapi, ngajak anak bicaranya nggak serius ya, Bun. Biarkan anak bercerita mengalir begitu saja tanpa harus merasa takut pada kita

    3. Jadilah pendengar yang baik

    Hubungan orangtua yang baik dengan anak, salah satunya adalah orangtua bisa menjadi tempat ternyaman anak untuk bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Sehingga, ketika anak mulai menyukai lawan jenis, anak akan bercerita pada kita. Dan pada saat itulah kita harus tetap berusaha menjadi pendengar yang baik untuk anak, tanpa memotong atau mengoreksi anak. Ketika kita mampu menjadi pendengar yang baik untuk anak. Itu akan menjadi salah alasan anak untuk merindukan kita sampai kapan pun lho, Bun

    Baca juga: Bunda, Ingin Menjadi Seseorang yang Dirindukan Oleh Anak-anak Kita? Lakukan Saja 4 Hal Sederhana Ini!

    Walau, sebenernya di hati kita deg-degan ya bun hihihi 😂. Tetapi, kita harus tetap tenang 😎. Tetap fokus kita pada cerita anak ya Bun, bukan pada sosok yang anak sukai itu. Karena jika kita fokusnya pada sosok yang anak sukai dan menggalinya terus. Itu hanya akan membuat anak semakin jatuh cinta pada sosok tersebut.

    4. Respon cerita anak

    Kita bisa merespon cerita anak dengan kata-kata "Oh gitu". Dan tanyakan pada anak mengapa ia menyukai si A.

    5. Menerima perasaan anak

    Kita terima dulu semua perasaan anak. Jangan pernah melarangnya jatuh cinta. Karena perasaan anak yang menyukai lawan jenis itu adalah fitrah kita. Katakan pada anak "Gapapa Ade merasakan seperti itu, itu normal kok"

    6. Alihkan pandangan dan perasaan anak

    Coba alihkan pandangan dan perasaan anak ke sosok anak yang lain. Misalnya, ketika kita tahu anak menyukai si A karena si A tampan. Coba bilang ke anak. "Eh, De si B juga tampan, eh si C juga ga kalah tampan, lho" dll. Mengalihkan anak akan perasaannya ini, untuk membuat anak tidak jadi fokus pada si A. Bahwa ternyata banyak yang tampan dan menganggap perasaannya ini menjadi hal biasa saja jadinya.

    Nggak usah juga ya, Bun. Kita sampai datang ke sekolah dan nanya-nanya ke anak kita "yang mana sih, De anaknya?" Terus ama kita di foto lalu dikirim pada ayahnya hihihi 😂😂. Anggap semuanya biasa aja dan jangan membuat si A itu terlihat special di mata anak kita.

    7. Berikan anak contoh tentang cinta yang sebenarnya

    Jadilah orangtua yang teladan dan pasangan yang hangat di depan anak-anak. Agar mereka tahu, bahwa cinta yang sesungguhnya itu adalah cinta yang penuh tanggung jawab dan komitmen. Dan supaya mereka tidak sibuk mencari bentuk cinta yang lain di luar sana

    8. Mintalah sang ayah untuk selalu menembak anak perempuannya

    Menembak di sini adalah meminta ayah untuk selalu katakan cinta pada anaknya "De, Ayah cinta ama Dede", "Ayah sayang banget ama dede", "De, cepet pulang ya, Ayah kangen, nih" atau contoh kata-kata yang lainnya. Selalu ungkapkan cinta pada anak dengan kata, dengan perbuatan yang suka memeluk anak, membelai anak, suka berkencan dengannya dengan kebersamaan yang berkualitas, suka memberikan kejutan pada anak.

    Mengapa sih, harus suka juga ngasih kejutan pada anak? Agar anak terbiasa mendapatkan hadiah, sehingga ketika ada laki-laki lain memberikannya hadiah. Anak nggak langsung kegeeran, nggak akan mudah jatuh cinta dan menganggap semuanya menjadi biasa saja.

    "Wahai para Ayah! Jadilah cinta pertama anak perempuanmu, agar kelak ia tumbuh menjadi perempuan yang tak mudah jatuh cinta pada sembarang lelaki. Karena Engkau akan selalu menjadi standartnya untuk menemukan lelakinya dalam hidupnya"


    Baca juga: Wahai Ayah, Jadilah Cinta Pertama Anak Perempuanmu


    Nah, begitulah Bunda cara mendampingi anak jatuh cinta. Apa anak-anak Bunda sudah mengalami fase ini? Cerita dong apa yang Bunda lakukan?

    Baca juga: Sudahkah Kita Membuat Anak Merasa Dicintai Oleh Kita?



    20 comments:

    1. Wah serem juga ya.
      Kalo ga tau ilmunya pasti udah panik trus marah-marah ke anak koq bisa uda kenal jatuh cinta, hehehe.
      Nice sharing banget, sangat bermanfaat.

      ReplyDelete
    2. Saya sudah sebesar ini, sudah kerja. Tapi kalo soal percintaan masih suka sharing ke ibu saya
      karena memang deket sama ibu, jd klo patah hati ibu selalu jd pendengar yang baik hahahaha

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha,,,untung gue gak pernah pacaran yaa,, jadi gak pernah patah hati

        Delete
      2. Makanya buruan nikah deh mas Idris

        Delete
    3. Memiliki anak remaja kadang bikin deg-degan. Sampai saat ini saya percaya kepada anak-anak karena orang tua berusaha memberikan bekal tentang cinta yang halal.

      ReplyDelete
    4. Penting banget nih Bund, dampingin anak yang lagi jatuh cinta. Soalnya pada masa itu mereka sedang mekar2nya dan energi mereka sangat berlebih. Jadi orang tua harus benar-benar mendampingi dan mengarahkan agar rasa jatuh cinta anak bisa jadi lebih positif.

      Makasih sharingnya.

      ReplyDelete
    5. Memang menjadi orang tua harus mendampingi anak ketika jatuh cinta, biar gak terjerumus dengan yang namanya cinta sesaat. Apalagi melihat gaya pacaran anak zaman sekarang, aduh,.. :(

      ReplyDelete
    6. Saya pernah mengalaminya Bund. Waktu itu Najwa baru awal 6 tahun. Dia cuma bilang temannya ganteng, trus sama sodaranya suka dijodoh-jodohin. Akhirnya saya ajak ngobrol. Lanjutannya, Kami lebih sering membanjirinya dengan kata-kata cinta. Sekarang dia nggak pernah ngomongin gituan lagi. Cuma bilang cinta itu macam-macam jenisnya. Kalau cinta kayak ayah ibuk, harus nikah dulu. Ahh ngeri-ngeri sedep pokoknya

      ReplyDelete
    7. Anak biasanya tidak mau terbuka dengan orang tua klo urusan cinta meskipun orang tua sudah menerima klo anakx jatuh cinta.

      ReplyDelete
    8. Anak saya jg udah mulai cinta2an sejak tk, tau dr temennya huhu...

      ReplyDelete
    9. sepakat kak. first thing first: tetap tenang. langkah selanjutnya akan lebih lancar ya. so sweet banget bocah in love :)

      ReplyDelete
    10. Wah...topik yg sedang hangat dengan si kakak, Bun.. bukan tentang suka seseorang sih, alhamdulillah...cuma sering dialog dalam permainan pakai cerita tentang pacaran. 😊

      ReplyDelete
    11. Keren mbak sharingnya. Bisa buat catatan saya kalau sudah punya anak, hehe.

      ReplyDelete
    12. Kalau semuanya dianggap biasa. nanti gimana kalau pada saat nya dia malah jadi bingung mak? Misal udah dewasa dan cukup umur menikah tapi malah menganggap biasa aja?

      ReplyDelete
    13. anak saya yg laki2, bahkan bnyk yg 'nembak' hihihi... aku kadang mikir, ya ampun ini anak masih kecil (usia 12-14th) kok udah 'nembak2an' :) kalau anak perempuan memang sepertinya lebih cepat 'gede' ya mba....

      ReplyDelete
    14. Awww anak sekarang ceoat dewasa ya Bun. Ada yg dari SD sudah punya "pacar" huaduuh

      ReplyDelete
    15. memang sich, seharusnya ketika anak bernajak remeja dan menemukan hal baru dalam dirinya seperti jatuh cinta ini,orang tua harus memperhatikannya dan harus menjadi temannya agar apa yang ia rasakan dapat terorganisir dengan baik dan terhindari dari hal yang merugian masa depan anak itu nantinya jika ortunya kurang perhatian

      ReplyDelete
    16. Hehehe...gak tau deh si anak jatuh cinta atau nggak, tapi kata-kataan antar teman pernah saya dengar. Pada si bungsu. Saya nggak bereaksi sih, cuma senyum-senyum pas dilaporin teman-temannya. Lambat laun, hingga sekarang, malah nggak ada kabar kelanjutannya. Waktu SD dulu.

      ReplyDelete
    17. Belum sampai ke tahap ini sih, karena anak saya masih balita. Tapi ilmu ini akan bermanfaat untuk saya, berhubung anak saya dua-duanya perempuan. Saya jadi deg degkan ngejagainnya, termasuk untuk masalah cinta-cintaan ini. Terima kasih ya mba!

      ReplyDelete
    18. aku suka banget isinya... bermanfaat. emang betul manusiawi jika anak merasa jatuh cinta kita sbg orgtua perlu memberi pengarahan yang baik tapi tdk vulgar. btw bunda erysha sering ikut seminar parenting? jadi pengen ikutan juga. bagi info ya bun kalo ada seminar di kota bekasi atau indrmayu hehe

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES