• Wednesday, May 2, 2018

    Ini Dia Alasan Mengapa Ibu Rumah Tangga Harus Tetap Punya Peran di Masyarakat

    ini dia alasan mengapa ibu rumah tangga harus tetap punya peran di masyarakat
    Pixabay

    Rasanya jarang sekali ya kita mendengar jawaban dari sebuah pertanyaan "Apa cita-citamu, Nak? Saya ingin menjadi ibu rumah tangga" dan bahkan mungkin tidak pernah kita mendengar seseorang yang dalam hidupnya bercita-cita menjadi seperti itu ya di masa kini. Mengapa bisa begitu? Karena kita dibesarkan dan dididik oleh orangtua dan lingkungan untuk menjadi seorang pekerja di luar sana. 

    Orangtua kita lupa bagaimana mengajarkan anaknya menjadi istri dan suami yang baik dikemudian harinya. Karena orangtua dan lingkungan kita kebanyakan  beranggapan bahwa ketika kita menjalankan peran kita secara totalitas sebagai ibu rumah tangga itu sesuatu yang dianggap sebelah mata dan kurang bernilai.

    Baca juga: MENGAPA PENTINGNYA MEMPERSIAPKAN ANAK UNTUK MENJADI SEORANG SUAMI DAN ISTRI YANG BAIK DIKEMUDIAN HARI PERLU DIKENALKAN SEDINI MUNGKIN?

    Lalu, jangan aneh mengapa ketika seorang perempuan memutuskan menjadi ibu rumah tangga, bisa membuatnya malu, minder dan menganggap dirinya kurang berharga. Itu semua karena diri kita dan lingkunganlah yang membentuk mindset kita begitu. Apalagi, jika seorang perempuan itu berpendidikan tinggi. Itu selalu ada gejolak di dalam hati pada awalnya ia beradaptasi menjadi seorang ibu rumah tangga.

    Baca juga: JANGAN KATAKAN 9 HAL INI PADA IBU RUMAH TANGGA

    Hai kamu yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Bagaimana orang akan menghormati dan menghargai posisimu, jika engkau pun malu dengan posisimu sebagai ibu rumah tangga?

    Baca juga: MENJADI IBU RUMAH TANGGA ITU SOAL KESEMPATAN

    Apa salahnya jika seorang perempuan kembali ke rumah mengikuti kodratnya agar bisa fokus mendidik anak-anaknya secara langsung dari dalam rumah?
    Jika, semua perempuan sibuk berkarier di luar sana, lalu siapakah yang akan fokus dari rumah mencetak generasi selanjutnya?

    Dan jika semua perempuan hanya sibuk dari dalam rumah. Lalu siapakah perempuan yang akan mengajar di luar sana? Siapa perempuan yang mau membantu perempuan lain yang sedang sakit atau melahirkan di luar sana? Dan masih banyak kompetensi perempuan yang memang dibutuhkan oleh banyak orang di luar sana.

    Peran Penting Perempuan 


    peran perempuan
    Pixabay

    Setiap orang selalu punya perannya masing-masing. Tetapi, ada 3 peran penting kita sebagai seorang perempuan yaitu

    1. Peran sebagai istri
    Sebagai istri tentu dong kita berusaha menjadi istri yang yang baik untuk suami kita dan berusaha memenuhi semua kebutuhannya. Posisi istri itu tidak bisa digantikan oleh siapapun untuk suaminya

    2. Peran sebagai Ibu
    Mau apa pun peran kita dan sehebat apapun kita di luar sana. Tak ada sesuatu pun yang bisa menggantikan peran dan tanggung jawab kita terhadap anak kita sebagai ibu. Sesibuk apapun kita dengan pekerjaan di luar maupun di dalam rumah, jangan biarkan orang lain atau apapun mengambil peran kita dari anak-anak kita, Bunda

    3. Bagian dari masyarakat
    Walau kita ibu rumah tangga, jangan pernah lupa Bunda bahwa sesungguhnya kita punya peran di masyarakat kita. Mengapa? Karena kita adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Oleh sebab itu, kita pun memikul sebuah tanggung jawab dan amanah terhadap lingkungan kita sendiri.


    Ini Dia Alasan Mengapa Seorang Ibu Rumah Tangga Harus Tetap Punya Peran di Masyarakat

    masyarakat, lingkungan sekitar
    Pixabay

    Bunda, kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri. Tetapi, kita hidup bersama-sama dan bagian dari masyarakat. Mengapa? Karena kita manusia adalah makhluk sosial. Jadi, dalam hidup kita selalu membutuhkan bantuan orang lain.

    Bunda, jika kita hanya sibuk mengurus rumah dan hanya fokus pada anak-anak kita. Siapa yang akan membantu dan mengedukasi lingkungan kita? Bukankah, termasuk dosa jika kita tahu ilmunya tetapi membiarkan banyak kemudaratan terjadi di luar sana. Apalagi dengan kondisi lingkungan masyarakat kita yang semakin memprihatinkan.

    Masih ingatkah kita Bunda, sebuah kasus seseorang yang dituduh mencuri lalu dia dibakar hidup-hidup sampai tewas? Kita mungkin tidak tahu apakah dia benar-benar mencuri atau kah tidak. Tetapi, lihatlah masyarakat kita benar-benar membunuh nyawa seorang manusia beramai-ramai di tempat umum. Bukankah itu pembunuhan yang dilakukan secara massa? Sebegitu rusaknya moral dan iman masyarakat kita Bunda.

    Masih ingatkah dalam ingatan kita pemberitaan seorang anak SMP yang diperkosa secara ramai-ramai? Belum lagi pemberitaan perkosaan di tempat lain. Menggambarkan betapa masyrakat kita telah mulai rusak secara perlahan

    Atau kasus orangtua murid yang melaporkan kecurangan sekolah dan siswanya, berupa menyontek bersama-sama di sekolah ketika ujian sekolah. Apa yang terjadi? Orangtua murid itu di demo oleh sekolah dan para orangtua murid yang lain. Kita tahu menyontek dan membocorkan jawaban itu salah. Tetapi, mengapa masyarakat kita menganggap itu perbuatan yang benar bahkan mereka beramai-ramai marah pada pelapor? Bisa dilihat kan oleh kita? Betapa dalam insitusi dan pelaku pendidikan pun terjadi penurunan moral dan masih banyak kasus lainnya yang membuat kita mengelus dada

    Hei kita boleh menutup mata dengan apa yang terjadi di lingkungan dan masyarakat kita. Lalu, kita hanya berfokus dalam mendidik anak-anak kita. Tetapi, coba tanyakan empati itu di hati kita. Jika yang menjadi korban itu adalah suami kita,  anak-anak kita atau keluarga kita yang lain, bagaimana? Bukankah suatu hari nanti kita pun akan melepaskan anak-anak kita ke lingkungan seperti itu? Dan bisa jadi lingkungan anak-anak kita kelak moral masyarakatnya semakin terkikis jika kita sendiri tidak ikut membantu masyarakat kita

    Bukankah termasuk egois jika ilmu kita hanya kita gunakan untuk diri dan keluarga kita sendiri?

    "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberi manfaat untuk banyak orang"

    Seperti firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat ke 71 Yang menjelaskan bahwa setiap manusia, baik laki-laki dan perempuan harus membantu orang lain.

    Yuk, Bunda terjunlah berperan di masyarakat kita dari rumah. Edukasilah diri kita dan lingkungan kita. "Tetapi, anakku masih kecil belum bisa punya peran aktif di masyarakat?" Nggak apa-apa Bun. Berperanlah ketika situasi dan kondisi kita sudah memungkinkan untuk punya peran di masyarakat. Walau begitu, tetap berusahalah melakukan dan memberikan apa yang bisa kita berikan.


    Apa saja yang bisa kita berikan untuk masyarakat kita?


    memberi
    Pixabay

    "Kita memenuhi kebutuhan hidup dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan" Winston Churchill

    Apa Bunda tahu bahwa memberi bukanlah perintah otak tetapi perintah hati dan ada 4 hal yang bisa kita berikan untuk masyarakat kita, yaitu

    1. Materi (uang)
    Bersedekahlah sesuai kemampuan kita. Ada banyak orang dan tempat yang membutuhkan uluran tangan kita. Dengan memberi uang membuat kita bisa membantu orang lain dengan lebih bebas lagi karena uang adalah alat tukar yang bisa ditukarkan dalam bentuk apa pun

    2. Ilmu
    Jika kita tidak memiliki banyak materi untuk kita berikan. Maka berikanlah ilmu. Bisa dengan mengajar sebulan sekali secara sukarelawan, membuat seminar gratis, atau mengajar anak-anak jalanan dan lain-lain

    3. Waktu
    Jika kita pun belum mampu memberikan materi dan ilmu. Berikanlah waktu kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Misalnya dengan peran kita sebagai ibu rumah tangga, kita bisa sengaja datang berkunjung ke rumah sakit khusus penderita kangker untuk mendengarkan cerita-cerita mereka, menyemangati mereka atau memberikan waktu kita untuk menjadi sukarelawan di panti jompo dll

    4. Sikap baik
    Nah, yang terakhir ini paling mudah kita lakukan yaitu memberikan orang lain perlakuan dan sikap baik kita.  Misalnya berbagi makanan pada tetangga, memudahkan jalan orang lain, dll

    Atau kita pun bisa memberikan 4 hal itu sekaligus. Tahukah kita Bunda bahwa

    "Ketika kita menolong orang lain, sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri. Karena setiap kebaikan yang dilakukan akan kembali lagi pada si pelakunya"

    Ibu Rumah Tangga dan Perannya di Masyarakat


    "Kaya itu bukan karena apa yang kita dapatkan tetapi karena apa yang kita berikan"

    Dan bagi saya menulis adalah salah satu bentuk peran saya di masyarakat. Saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan mengedukasi orang lain melalui tulisan saya. Itulah salah satu alasan saya menjadi seorang Blogger.

    Baca juga: 9 MANFAAT NGEBLOG BAGI IBU RUMAH TANGGA
    Baca juga: SATU TAHUN NGEBLOG. 8 HAL INI YANG TIDAK TERDUGA SAYA CAPAI

    Nah, itu dia Bunda alasan mengapa ibu rumah tangga harus tetap punya peran di masyarakat. Karena di luaran sana masih banyak orang yang perlu kita tolong



    34 comments:

    1. Yeni, Bunda Erysha, si brilliant young lady kl nunda menyebutnya. Bayangkan baru setahun usia blognya, tampilan blog san konten sudah memukau bagi bunda.Salut buat ibu muda yg membuat postingan yg mandaat buat ibu2 musa lain. Salur.

      ReplyDelete
    2. setuju menulis salah satu peranan yang bisa kita lakukan y mba :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener Bun berbagi pengetahuan lewat tulisan kita 😃

        Delete
    3. Suka sama quote terakhir, kaya itu bukan karena apa yang kita dapatkan, tetapi karena apa yang kita berikan. Intinya, apapun profesinya tetap harus menjadi bermanfaat buat orang lain. Semangat berbagi! Hehehe.

      ReplyDelete
    4. Setuju dengan tulisan ini, terlebih quote-quotenya, Teh..
      Memberi itu tidak melulu soal materi, bisa dengan ilmu yang bermanfaat salah satunya dengan menulis di blog ya, Teh.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bener banget Mas karena setiap org punya jalan kebaikannya masing2 dan kita bisa menggunakan tulisan kita sebagai jalan kebaikan kita utk orang lain 😃

        Delete
    5. Yup, setuju bun karena pada dasarnya sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi banyak orang :D

      ReplyDelete
    6. mantab bun, karena manusia adalah mahluk sosial, bukankah begitu?

      ReplyDelete
    7. Saya jarang nih bersosialisasi ama dunia nyata, hiks, gegara waktu kecil selalu dipingit, rasanya saya lebih suka bersosialisasi dunia maya.
      Namun meskipun demikian, saya masih suka kok sapa dan senyum ama tetangga.
      Hanya gak nyaman saja jika sering kumpul-kumpul gosip unfaedah hehehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah iya ya Bun pola asuh bisa mempengaruhi karakter kita. Tetapi, paling ga Bunda bisa berbagi utk masyarakat lewat tulisan Bunda 😍

        Delete
    8. Peran di masyarakat itu penting tapi jangan sampai meninggalkan kewajiban utama sebagai istri dan ibu. Jadi, peran di masyarakat itu atas restu keluarga. Gitu yang aku pelajari.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Betul sekali Bun. Harus ada urutannya kalau berperan 😃

        Delete
    9. Bunda transfer energi positive nya nyampe banget. Aku jd lebih semangat lagi berbagi dgn yg bermanfaat. 😘
      Tulisannya Okeh bgt deh..

      ReplyDelete
    10. Dulu kalo mamaku, selals nekanin aku utk kerja kantoran dgn alasan, supaya ga jd seperti mama. Padahal ya, mama itu aku liat kalo di rumah tipe ibu rumah tangga sejati, yg masakannya slalu jd fav kita semua, ngurus papapun telaten banget, apalagi ngurus rumah. Aku ga ngerti kenapa kami semua kaka beradik, ga boleh seperti mama.

      Tp sebagai pekerja kantoran skr, aku lbh memilih utk berperan dengan cara yg 1 dan 4 mba. Cara paling gampang utk dilakukan buatku yg introvert dan cendrung tertutup :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Mungkin karena mama belum menemukan kebanggan dari perannya sebagai ibu rumah tangga Bunda 😃. Semangat Bunda apapun peran kita yg terpenting tetap keluarga 😃

        Delete
    11. Dari artikel ini saya jadi belajar banyak hal tentang ibu rumah tangga, yang bisa saya terapkan nanti ketika sudah berkeluarga

      ReplyDelete
    12. Tapi yang paling utama tetap keluarga.. karena madrasah pertama seorang anak adalah ibunya 😊

      ReplyDelete
    13. Keren bunda..bunda menonjolkan peran ibu rumah tangga tanpa merendahkan perempuan yang berperan ganda.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Makasih Bun. Karena membahas ibu rumah tangga vs wanita karier itu sensitif. Jadi harus hati2 heheh

        Delete
    14. Inspiratif banget tulisan dan tujuan menulisnya...bikin semangat buat saya yang baru menulis dan ngeblog ...
      Salam kenal mbak..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hai bunda terima kasih ya. Salam kenal juga ☺️

        Delete
    15. banyak teman-teman wanita saya yang lulusan sarjana ingin menjadi ibu rumah tangga, bahkan beberapa sudah merealisasikannya, saya tidak pernah memandang pekerjaan rumah tangga itu remeh, bahkan sebenarnya berat dan patut dibanggakan, terlebih lagi urusan mengasuh anak.

      Banyak yang bertanya seolah menyindir, sekolah tinggi kok jadi irt? | Iya, saya sekolah tinggi karena ingin menjadi madrasah bagi anak-anak saya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Terima kasih ya Mas Sabda untuk penghargaanya pada IRT ☺️

        Delete
    16. Bener banget, apalagi kalo bisa jadi perempuan 'agent of change' alias ikut mendukung perubahan lingkungan di masyarakat jadi lebih baik dan positif kayak kegiatan-kegiatan sosial, dll

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Semoga bisa memberi manfaat. Mohon untuk tidak meninggalkan Link Hidup, ya 😃

    COPYRIGHT © 2018 PARENTING BUNDA ERYSHA | THEME BY RUMAH ES